Di tulis oleh Olivia
15 Juli 2026
Kondisi fisik Masjid Umar Bin Khattab Sambikerep saat ini sudah tidak layak pakai dan berisiko bagi keselamatan jamaah. Kerusakan parah terlihat hampir di setiap sudut bangunan, mulai dari atap yang bocor, jendela yang rusak, hingga area tempat imam yang rapuh karena struktur materialnya keropos dimakan rayap. Tak hanya itu, kapasitas ruangan masjid sangat sempit untuk menampung jamaah. Masalah struktural kian diperparah oleh sisa-sisa renovasi awal pada tahun 2021 yang terhenti, di mana banyak bagian tembok yang kurang kokoh karena belum dilapisi semen dan hanya menggunakan campuran kapur.
Dampak dari sempit dan rusaknya masjid ini dirasakan langsung oleh seluruh warga dan jamaah sekitar. Akibat keterbatasan ruang, jamaah wanita seringkali terpaksa mendirikan shalat di area depan masjid, yang merupakan akses utama lalu lalang orang yang ingin mengambil air wudhu. Meskipun kondisinya memprihatinkan, masjid ini tetap menjadi pusat kegiatan yang aktif. Setiap sore hari, masjid dipadati oleh sekitar 40 anak-anak yang belajar mengaji di TPQ, dilanjutkan dengan pengajian ibu-ibu setelah waktu Maghrib, dan disambung dengan pengajian bapak-bapak setelah ibadah Isya.
Kondisi riil di lapangan ini dipantau langsung saat dilakukan survei ke lokasi pada tanggal 30 Juni 2026. Peninjauan ini bertujuan untuk memetakan secara detail titik-titik kerusakan mana saja yang terdampak paling parah dan memerlukan penanganan prioritas agar bangunan tidak membahayakan keselamatan jamaah yang aktif beraktivitas di sana.
Masjid yang mengalami kendala pembangunan bertahun-tahun ini berdiri di Jl. Sawunggaling Timur No.7, RT.6/RW.2, Sambikerep, Jemundo, Kec. Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Sebagai rumah ibadah yang diandalkan oleh warga sekitar untuk ibadah dan kegiatan taklim harian, keberadaan masjid ini sangat krusial di tengah pemukiman tersebut.
Renovasi masjid ini terhenti selama bertahun-tahun murni karena kendala finansial yang dihadapi pengurus. Total donasi yang diperlukan untuk menyelesaikan pembangunan masjid yang direncanakan menjadi 2 lantai ini adalah sebesar Rp 181.346.081. Anggaran tersebut sangat diperlukan untuk memperluas daya tampung jamaah, memperkokoh dinding dengan semen, serta mengganti seluruh struktur atap dan kusen yang telah keropos agar layak digunakan.
Demi menyelamatkan rumah ibadah mereka, jamaah dan pengurus takmir telah melakukan berbagai upaya mandiri dengan mengumpulkan jamaah dari berbagai latar belakang yang sudah berpenghasilan, menyebarkan brosur edaran, hingga mengirimkan proposal bantuan ke perusahaan. Bahkan, ada salah seorang jamaah yang rela berniat menjual tanahnya di mana seluruh hasilnya akan dialokasikan untuk masjid, meskipun hingga saat ini tanah tersebut belum kunjung terjual.
Mari Ulurkan Tangan Anda, Salurkan Donasi Melalui LAZISMU PCM Sepanjang
Masjid Umar Bin Khattab Sambikerep memanggil kepedulian kita semua. Berapa pun rezeki yang Anda sisihkan akan menjadi dinding yang kokoh, atap yang melindungi anak-anak mengaji, dan ruang yang layak bagi jamaah bersujud.
Guna menyalurkan bantuan terbaik dan memastikan donasi Anda terkelola dengan aman serta transparan, para muzakki dan donatur dapat menyalurkan donasi terbaiknya melalui program kemaslahatan yang tersedia di website resmi LAZISMU PCM Sepanjang. Mari bersama wujudkan masjid 2 lantai yang aman dan nyaman untuk syiar Islam yang lebih luas.