Di tulis oleh OP
22 November 2025
Sidoarjo, 22 November 2025 — Aktivitas erupsi Gunung Semeru kembali mengguncang wilayah selatan Lumajang dan memaksa ratusan warga mengungsi. Berdasarkan data pemantauan pada 19 November 2025, erupsi disertai awan panas tercatat sejak pukul 14.13 WIB hingga 18.11 WIB dengan amplitudo maksimal 45 mm dan durasi lebih dari 14.000 detik. Material luncuran mencapai lebih dari 13 kilometer ke arah tenggara–selatan. Hingga malam hari, getaran banjir guguran masih terdeteksi sebelum akhirnya mereda.
Dampak erupsi terutama dirasakan di Kecamatan Candipuro dan Pronojiwo. Data MDMC Lumajang menunjukkan sedikitnya 467 jiwa mengungsi ke titik-titik aman seperti Balai Desa Oro-oro Ombo, SD Supiturang, SD Sumberurip, Kantor Kecamatan Candipuro, serta rumah Kepala Desa Sumbermujur. Mayoritas pengungsi merupakan kelompok rentan: balita, anak sekolah, dan lansia.
Memasuki 21 November 2025, jumlah warga terdampak terus bertambah. Di Kecamatan Pronojiwo tercatat 807 jiwa, sementara di Candipuro terdapat 156 jiwa yang mengalami dampak langsung. Erupsi juga menyebabkan 21 rumah terseret lahar, serta menimbulkan kerusakan pada fasilitas pendidikan di wilayah terdampak.
Di tengah situasi darurat ini, berbagai lembaga kemanusiaan termasuk MDMC dan relawan lokal terus melakukan pemantauan, evakuasi, serta penyediaan kebutuhan dasar bagi para pengungsi. Upaya penanganan berfokus pada keselamatan warga, penanggulangan risiko lanjutan, serta pemulihan sarana yang terdampak. Semeru kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana alam di wilayah rawan erupsi.